Meredupnya Karir Para Bintang di Liverpool

Akses Aman Agen Bola Online Resmi Taruhan Uang Asli Terpercaya Indonesia - QQ1x2.com

Meredupnya Karir Para Bintang di Liverpool

Meredupnya Karir Para Bintang di Liverpool

Bergabung dengan Liverpool adalah mimpi dari sebagian pemain sepakbola. Klub ini memang memiliki reputasi yang panjang dalam sejarah sepakbola Inggris dan Eropa. Meski selama beberapa tahun hingga saat ini tidak begitu bagus prestasinya, reputasi klub ini masih menjadi nilai jual yang menggiurkan. Jadi, wajar kalau tawaran dari klub ini cukup sulit untuk ditolak oleh para pemain.

Jelang berakhirnya masa bursa musim panas tahun ini, sebagian pemain tentu berharap jika ada pinangan dari Anfield. Apalagi mereka yang sebelumnya kerap disangkutpautkan dengan minat Liverpool. Tapi apakah bergabung dengan Liverpool akan menjamin karir yang bagus bagi pemain bersangkutan? Kenyataannya, banyak pemain yang awalnya terlihat bersinar justru semakin meredup setelah bergabung bersama Liverpool.

Kutukan atau Faktor Pemain?

Ibarat kutukan, nasib para pemain yang sebelumnya terlihat meyakinkan semakin mengenaskan saat bergabung bersama Liverpool. Contoh pertama adalah Fabio Borini. Tahun 2012, ia direkrut dari AS Roma. Penampilannya di AS Roma memang sangat memuaskan apalagi ia dikenal punya hubungan bagus dengan manajer Liverpool terdahulu, Brendan Rodgers. Sayangnya, setelah bergabung dengan The Reds, ia justru tak bisa menembus skuad utama. Dari 38 pertandingan yang diikuti, ia cuma bisa menghasilkan 3 gol. Kini, ia resmi pindah ke Sunderland sejak awal musim.

Tahun 2011, Liverpool merekrut Andy Carroll. Waktu itu, publik menghebohkan bagaimana kubu The Reds rela menggelontorkan dana besar hingga 35 juta Pounds. Waktu itulah ia menjadi pemain termahal Inggris. Tapi penampilannya bertolak belakang jika dibandingkan dengan masa-masa di Newcastle. Dari 58 pertandingan, ia cuma bisa mencetak 11 gol. Kini, ia bermain untuk West Ham setelah dilepas oleh The Reds.

Pemain lainnya dari Newcastle yang dibeli oleh Liverpool adalah Jose Enrique. Pembelian di tahun yang sama dengan harapan bisa memperkuat barisan utama The Reds. Sialnya, pemain berkebangsaan Spanyol ini lebih sering berkutat dengan cedera. Bahkan hingga kini, nasibnya tak begitu jelas karena tak pernah lagi dimasukkan dalam daftar formasi di setiap pertandingan.

Penurunan Kualitas

Nuri Sahin adalah seorang pemain berbakat yang akhirnya dipinjam oleh Liverpool tahun 2012. Tapi penempatan posisinya dalam tim sering tidak tepat. Akibatnya adalah penampilan yang tidak maksimal dalam nyaris setiap pertandingan yang ia jalani. Pemain berkebangsaan Turki ini praktis tak berperan banyak dalam perkembangan Liverpool di masa-masa itu. Cuma 6 bulain bergabung bersama Anfield lalu akhirnya pulang ke Borrusia Dortmund.

Robbie Keane

Tahun 2008, Keane bergabung bersama Liverpool. Sebelumnya, ia adalah sosok penting dalam barisan depan Tottenham Hotspur. Namun perjalanannya di Liverpool berlangsung lebih singkat dari yang diduga sebelumnya. Selama 19 pertandingan, ia tak bisa mencetak lebih dari 5 gol. Akhirnya ia pulang kembali ke klub lamanya setelah enam bulan bermain bersama laskar Anfield.

Stewart Downing menarik perhatian Liverpool selama bermain di Aston Villa. Tahun 2011, ia pun dipanggil setelah menandatangani kontrak mahal. Tapi pembelian tersebut tak berpengaruh banyak bagi kemajuan Liverpool. Selama dua musim, Downing tak bisa bermain secara maksimal. Padahal, ia telah tampil selama 91 laga namun cuma bisa menghasilkan 7 gol. Tahun 2013, ia pun dilepaskan ke West Ham.

Christian Poulsen adalah contoh lain dari pembelian Liverpool yang gagal. Biasa bermain di Serie A Italia, mantan pemain Juventus itu nampak mengalami kesulitan beradaptasi dengan iklim permainan di Liga Utama Inggris. Masalah tersebut sering dialami oleh para pemain dari luar Inggris yang setelah datang harus menjalani rangkaian jadwal yang sangat ketat.

Tahun 2007, Liverpool mendatangkan Ryan Babel. Tapi penampilannya sangat tidak konsisten dan mengecewakan. Tahun 2011, ia pun dilepas ke Hoffenheim. Selanjutnya, Babel berpindah-pindah klub dari Ajax, Kasimpasa, dan akhirnya Al Ain.

Karir pemain lain yang meredup dialami oleh Joe Cole. Sejak direkrut dari Chelsea tahun 2003, Cole sering mengalami masalah fisik dan kebugaran. Tiga masa kepemimpinan manajer berbeda di Liverpool pun telah ia alami. Main sebanyak 42 kali namun cuma bisa mencetak 5 gol. Catatan tersebut membuat reputasi Cole semakin menurun semenjak bergabung bersama Liverpool.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *